Publié par : devykamil | mars 12, 2008

Mr. Volcano

Mr.Volcano.. This guy is sending me here to Belgium!

Indonesia, negeri tercintaku itu punya 129 gunungapi, 80 di antaranya dikategorikan gunung api aktif dan kapan saja bisa meletus. Terbujur dari barat sampai timur dan melintang dari selatan sampai utara. Negeri kita berada di Lingkar Gunung Api Pasifik atau lebih kondang disebut Ring of Fire!!

Keren ga tuh? Hahaha..

Keren, karena lava yang dimuntahkan gunung api saat proses letusan ini ternyata membuat wilayah di sekitarnya menjadi sangat subur! Buntutnya, kekayaan alam berlimpah! Tengoklah ke daerah sekitar gunung api aktif di indonesia, biasanya kekayaan alamnya melimpah.

Stop!!! Kita hentikan sejenak berbicara tentang keren nya yah :D Sekarang coba bayangin, 80 gunung api aktif, jadi tetangga kita.. Now tell me, how do you feel being the neighbor of Mr. Volcano??? Hahaha.. Ternyata disamping manfaatnya yang berlimpah, menjadi tetangga gunung api aktif adalah hal yang beresiko. Seberapa besar sih resikonya jadi tetangga Mr. Volcano? That is what i am working on here.

Let me give a short brief of my work.

Resiko adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan kemungkinan terlanda/terdampak. Klo dalam hal gunung api ini berarti resiko adalah kemungkinan terlanda bencana yang diakibatkan oleh letusan gunung api. Lalu bagaimana resiko ini kita hitung secara matematis? Sehingga kita bisa tahu seberapa besar tingkat resiko kita tinggal bertetangga dengan Mr. Volcano.

First, we have to know what is the elements of risk. Sampai saat ini, belum ada standard pembuatan risk map untuk gunung api. But anyway, at this moment I have define what is the elements of risk??

Klo dengan matematika bikin ngantuk, saya ngga bakal cerita matematikanya deh! Saya dapet gambar lucu nih, di-edit jadi makin lucu. Kayaknya cukup untuk memudahkan me-mengerti permasalahan.

resiko

Nah, kira-kira ceritanya gitu. Gunung api itu menawarkan kekayaan alam seperti tanah yang subur, pohon2an, kayu2an, buah2an, sayur2an, dll. Maka di sanalah vulnerabilitas itu muncul. Di gambar di atas di-ilustrasikan sebagai keju :D Gunung api yang memberi kenikmatan itu sekaligus juga bisa memberi bencana/bahaya yaitu letusan.Di gambar di atas, letusan di-ilustrasikan sebagai jebakan tikus :D Siapa yang terancam? Tentunya manusia.. Kita!!! Lalu bagaimana supaya kita bisa mengurangi atau meminimalisir resiko ini?? Kita harus punya kapasitas yang besar untuk meminimalisir resiko!

Kapasitas tuh apa?

Tikus di atas kan pake helm tuh, yah..mirip2 seperti itu. Dalam artian, preparedness/kesiap-siagaan kita lah kuncinya meningkatkan kapasitas ini.

Kalo kita sebagai individu udah siap dengan perilaku kita, dengan rencana kita, dan dengan apa yang kita siapkan sebelum bencana terjadi..Saya pikir kita udah berada beberapa langkah di depan! Sekarang tinggal bagaimana itu semua dikoordinasikan dengan masyarakat luas, yang sama-sama bertetangga dengan Mr. Volcano, jadi satu kekuatan yg besar dalam menghadapi resiko!

Menengok sejarah letusan gunung api di Indonesia, dari waktu ke waktu, kesiap-siagaan kita meningkat, kapasitas kita semakin baik :) Well done! Mudah2an di masa-masa yang akan datang, letusan gunung api bukan lagi menjadi momok yang menakutkan melainkan bisa jadi tontonan yang menghibur :)

Publié par : devykamil | mars 11, 2008

Sejarah nge-Band pt(1)

Gimana awalnya saya nge-Band?

Karena satu juta trilyun email dan sms masuk menanyakan bagaimana awalnya, baiklah hanya di blog ini saya ceritain :D

Menyukai musik kayaknya bukan baru2 ini. Devy kecil terlahir menyukai musik, setidaknya itu yang terekam di foto2 kenangan yang masih disimpan rapi mamah ku tercinta. Mulai lagu “Ampuh lungguh someah..Tara rucah awuntah..”nya Mang Koko sampe lagu “I follow the moskva..” nya Scorpions saya nyanyiin.

Bukan hanya seneng nyanyi, diam-diam Devy kecil menciptakan lagi pertamanya di usia 6 tahun dengan judul “enDevy”. Judulnya emang aneh, lagunya pun sampe sekarang masih terdengar aneh. Tapi masih hafal kok :D Liriknya sedikit banget soalnya, nadanya juga ngga dinamis. Maklum, anak-anak :D

Memasuki jenjang smp, lagu Bon Jovi dan Dewa 19 menjadi pengaruh terbesar saya. Dari sana awalnya saya belajar menyisihkan uang buat beli kaset. Memasuki akhir smp, band bernama GreenDay meggelitik kuping saya. Kena pengaruh GreenDay juga deh. Jaman smp adalah jaman pertama kali saya suka sama kaum hawa, Alhamdulillah.. Ternyata cinta membuat selera musik saya semain berwarna. Dari yang cenderung rock menjadi ke yang cenderung nge-pop. Mulai suka deh sama band yang namanya Kahitna. Gimana engga, lagu “Cerita Cinta” bener-bener ngewakili perasaan saya banget waktu itu.

Masa smp berakhir, masa sma pun menjelang…

Uh, masa-masa ini musik Indonesia mulai subur. Band-band baru bermunculan. Sebutlah wayang, base jam, dll. Di sma ini lah adrenalin udah bener2 memuncak..Pengen rasanya jadi pemain band!!! Ulang tahun ke-16 pun saya dibeliin gitar merk Arista sama papap ku tercinta. Mulailah genjreng-genjreng.. Lagu “Kangen” sama “Aku Milikmu” nya dewa 19 jadi lagu wajib di setiap petikan gitar saya. Walaupun gitu, saya cuma maen sendiri.. I have no Band!!! Gimana mau manggung? Halah.. Cuma bisa bergaya bak superstar di depan kaca cermin kamar.. Sambil berharap suatu saat bisa jadi pemain band terkenal yang ditonton puluhan ribu orang.

(to be continued)

Catégories